![]() |
|
|
![]() |
| Posted: | Thursday, 9 Jul 2009 |
| by: | Kitchen Cake |
|
Kriiiiiiinnnnnnnnnnnngggggggg... Tetapi setelah dikasih tau bahwa kue nya akan digunakan untuk besok sore. Gubraks... halah gimana nih, kog buat besok yah. Weiss gak popo, kebetulan suami dan anak lagi libur. Jadi, mereka bisa diandalkan dalam artian di kondisikan untuk tidak mengganggu ku heheh ... peaceee.... Ups, jenis kue belum di tentukan, mau di tanya dulu sukanya kue apa katanya. Tunggu 5 menit lagi. Yo wis aku tunggu deh telponnya, sambil berharap mudah-mudahan gak minta kue yang aneh-aneh dan semua bahan semoga sudah ada. Sambil nunggu sambil lihat bahan-bahan yang ada di tempat penyimpanan bahan-bahan kue. Maklum, lagi jarang bikin kue, lagi seneng ama moto-moto doang. Setelah dilihat-lihat, sepertinya lengkap deh, kecuali ada bahan yang mepet, yaitu telur dan gula. Tapi masih bisa digunakan. LIma menit sudah berlalu, HP ku pun berbunyi lagi. Yups, akhirnya Aunty pesen chocolate cake. Sebtulnya sih cake jenis apapun mereka akan suka. Dekorasinya pun Aunty minta yang simple dan cepat. Semua karena Aunty mikirin kalau aku harus bagi waktu dengan ngasuh anakyang besar dan yang kecil. Dimana yang kecil masih harus breast feeding almost every hour. Halah... Tapi sebetulnya bisa sih dimaksimumkan tiap 2 jam sekali ajah breast feedingnya. Setelah semua deal, mulai deh berencana. Mikir kapan nyiapin bahan-bahannya, bakingnya, ngehiasnya, design hiasannya dan jam berapa ngirimnya. Satu hal yang kadang jadi kendala kurang berhasilnya aku dalam pembuatan kue yang dihias yaitu design dekorasinya. Kalau dari pembeli gak ada gambaran yang jelas, weiss mesti akan kalang kabut. Sekalipun pembeli hanya bilang simple dan mudah. Tetapi simple dan mudah itu relatif. Bagiku kata -kata simple dan mudah itu justru sangat susah dan butuh waktu lama. Iyah kalau hasil akhirnya bagus, nah kalau kurang bagus.... bisa-bisa deh gak mood jadinya untuk semuanya. Contohnya pesanan kali ini. Dimana cuman punya waktu beberapa jam, dan gak dikasih tema dari yang mesen, hanya minta simple dan mudah. Setelah mematangkan otak dan rencana bahwa akan dibuat malamnya jadi paginya tinggal ngehias dan kemudian dikirim. Designnya pun sudah dapet gambaran yang simple dan Ok. Tapi trarararaaaaa.... guak bisa... gaot dah smua rencana. Jadi, baru pagi menjelang siang mulai menimbang bahan-bahan, kemudian baking dan menunggu proses pendinginan serta kemudian menghias. Nah, karena masih kurang pede dalam menghias kuenya, kurang matang persiapan atau bisa disebut juga mencari-cari alasan ;) walhasil tanganku mulai tidak konsisten. Apalagi kalau sudah melihat spuit yang sepertinya pingin di soba. Weisss gatot dah. Nah gatotnya lagi yaitu danlam mambuat buttercream warna merah. Weisss itu jadinya pink. Wah gak sesuai harapanku beneran. Nah, saking sudah gak keruan, tadi khan ada sisa cupcake 2, itu jadi jungkir balik, bolak balik jatuh di tempat area studio pemotretanku, yang mana membuat area pemotretanku jadi berantakan. Yo wis berantakin ajah lah smuanya :) Hanya tinggal satu harapanku, walaupun hiasannya kurang begitu bagus, masih ada harapan kalau Aunty tetep akan seneng. Akhirnya sampailah pada waktu pengiriman. Rada dag dig dug, takut gak suka dengan dekorasinya. Trarara tralalalal trilililil... akhirnya aku pun bisa bernyanyi. Aunty ternyata tetep suka, Alhamdulillah. Malahan berterimakasih sekali sudah sempet ngebikinin kue pesanannya, dimana Aunty tau aku sibuknya kayak apa kalau di rumah ;) Bahkan beliau membayar dengan jumlah lebih besar dari yang sudah aku tentukan. Yup memang sih kalau kuenya rasanya gak usah di ragukan lagi ;) Beliau juga sudah beberapa kali pesen kue coklat dari tempatku, jadi beliau sudah tahu rasanya. Wenak kog ;) Thanks a lot Aunty ;;) :* Nah, untuk kali ini chocolate cake yang kubuat ini aromanya aku tambah dengan aroma kopi. Jadi si adonan cake nya sendiri ada campuran bubuk kopinya, begitu juga di syrupnya. Ide ini datang pertama kali juga dari Aunty, bahkan beliau juga yang memberiku kopi yang enak yang tadinya akan dikirim ke Ibunya yang ada di New York. Halah Aunty, makasih lagi yah. Baik banget sih. Enak pula kopinya ;;) Semoga masih akan ada pesanan berikutnya dari Aunty. Untuk pesanan online memang aku belum membukanya lagi, karena aku masih belum punya banyak waktu untu urusan pesanan pesanan. Babyku baru 4 bulan, masih breast feeding, dan Aurelia sudah mulai disibukkan dengan homework tiap hari. Halah ada-ada ajah. Tetapi semua kalau dijalani dengan ikhlas pasti akan ada kenikmatan didalamnya, apalagi kalau ditambah syukur setiap saat, insyaAllah Allah akan selalu menambah nikmatNYA, amien.
Ingredients for cake: 10 butir telur -ukuran no 1 - Method untuk pembuatan cake:
Tips untuk cake:
Kunci keberhasilan dari pembuatan kue ini agar tidak bantat adalah pada waktu mencampurkan butter ke dalam batter harus benar-benar merata dan perlahan. Merata, hingga minyak tidak terjebak di bagian dasar adonan. Kalau terjebak di bagian dasar adonan wal hasil dijamin akan membuat untuk yang berikutnya karena yang pertama bantat. Jadi, harus benar-benar tercampur rata. Harus di cek menggunakan baloon whisk. Aduk saja perlahan, agar udara yang sudah terikat tidak hilang semuanya. Gunakanlah cocoa bubuk yang bagus, beraroma kuat. Begitu juga dengan coffee bubuknya. Cake-nya menurutku tidak terlalu manis, tapi akan mendapatkan manis yang pas apabila sudah disiram oleh coffee caramel syrup nya. Perpaduan yang pas. Makin enak kalau di suguhkan ketika dingin. Ingredients untuk coffee caramel syrup: 100 gr gula caramel Method untuk coffee caramel syrup:
Gunakan gula caramel yang berkualitas bagus dan kopi yang beraroma wangi dan enak. Haruummmm aromanya dan rasanya semakin mantap bagi para pecinta coffee. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- All about my recipes page, here.- Happy Baking! Have a nice day ;) Chiangmai. Thailand |


